Menulis merupakan keterampilan untuk bisa merangkai kata dan mengasah kerja otak. Suatu keinginan saya di tahun 2020 ini yaitu mempunyai keahlian yang lain dari diri saya.
Alhamdulillah pada salah satu grup ada undangan kegiatan Belajar Menulis bersama Om Jay Guru Blogger Indonesia yang dilaksanakan selama 8 hari. Tanpa berfikir panjang saya langsung masuk ke dalam grup tersebut.
Hari pertama di isi oleh pemateri yaitu Bapak Agus Sampurno dengan moderator Om jay, dan materi yang disampaikan mengenai blogging sebagai aspek reflektif bagi seorang pendidik. Berikut rangkuman dari bapak Agus Sampurno.
Peserta diminta untuk mengisi survey di sebuah website ( https://www.menti.com/x2ahye8rn2 ) yang saya juga baru tahu website ini dengan betoolsnya yang cukup menarik untuk saya bisa gunakan dalam KBM di sekolah tempat saya mengajar.
Dan ini adalah gambar hasil dari survey :
Misalnya :
1. RPP menjadi lebih aplikatif
2. Kepemimpinan diupayakan agar dimiliki juga oleh guru sebagai guru penggerak
Membuat blog erat kaitan nya dengan inovasi
SALAH PAHAM MENGENAI INOVASI
1. Inovasi tidak melulu soal teknologi
2. Inovasi hanya lahir dari kepala sekolah yg hebat kemudian guru tinggal melaksanakan.
3. Inovasi adalah produk. Padahal inovasi adalah budaya.
4. Inovasi sama dengan kreativitas
5. Inovasi lahir dari sekumpulan orang pintar
6. Inovasi lahir dari kesulitan alias the power of kepepet.
7. Inovasi lahir begitu saja.
8. Inovasi lahir karena dipaksa
Hambatan inovasi menurut kaum pendidik dan pemimpin di sekolah
1. Ujian nasional
2. Pihak dinas
3. Rekan sekerja
4. Input siswa
5. Waktu yg sedikit
6. Bullying antar guru
7. Kepala sekolah atau rekan sekerja yg cuek
8. Biaya
9. Sarpras
10. Kurikulum
11. Orang tua siswa
12. Kewajiban membuat administrasi pengajaran
DUA JENIS PERUBAHAN YG TERJADI DI DUNIA PENDIDIKAN
1. DISRUPTIVE. Perubahan bersifat memaksa. Aplikasi Ruang Guru misalnya ia bukan mengantikan peran guru. Aplikasi tsb hanya menggantikan guru yg malas, yg mabuk akan status PNS namun malas belajar kembali, guru yg bahagia mengajar sekedar nya saja apalagi ditunjang oleh kepsek yg cuek .
2. INCREMENTAL. Mungkin tafsirannya adalah perubahan yg terstruktur, melibatkan semua pihak, didokumentasikan dan dirayakan saat ada perubahan/perbaikan sekecil apapun itu. Open minded terhadap kesalahan. Menjadikan kesalahan sebagai batu lompatan
Saya akan memulai cerita mengenai Google. Sebagai perusahaan mereka punya rasio 80:20
Artinya 80 persen waktu karyawan nya digunakan utk mengerjakan tugas atau pekerjaan wajib nya
Sementara 20 persen digunakan utk bereksperimen yang difasilitasi oleh perusahaan dgn memberikan kesempatan utk berpresentasi di depan petinggi perusahaan. Karyawan yg inovasi nya dipandang berharga akan diberi pembiayaan.
Berikut tanggapan, pertanyaan dan
jawaban dari peserta :[24/01, 19:55] yp widodo: Bagaimana dengan kreatifitas yg minim jika ingin melakukan inovasi pak @Agus Sampurno ?
[24/01, 19:55] +62 852-6416-5417: Tdi pak agus bilang kesalhan dlm memahami inovasi itu sbgai teknologi,,
Saya memahami nya mmg sperti itu krna sesuai dgn tuntutan zqman milineal kta org,,
4.0..π
[24/01, 19:58] +62 812-8789-7779: Bukankah orang yang resisten merupakan hambatan dalam inovasi pak?
[24/01, 19:59] +62 857-8175-6933: Inovasi seringkali terhambat dgn no 7. Bagaimana solusinya, Pak?
[24/01, 20:03] +62 823-1504-5216: Knpa inovasi bsa lahir karena dipaksa
Dan ini tanggapan dan jawaban dari pak Agus Sampurno :
. Terima kasih atas tanggapannya.
Cakupan inovasi cukup luas, dan memang benar bahwa generasi saat ini menyukai teknologi.
Saat yg sama guru bisa menggabungkan keduanya misalnya dengan melakukan inovasi dalam proses pembelajaran dahulu baru dicari apakah ada teknologi yg bisa mendukung.
Misalnya guru yg berinovasi membuat siswanya rajin dan menjadi pandai menulis kemudian belajar cara membuat blog utk kelasnya. Agar tulisan siswanya bisa dibaca lebih luas audiens nya.
Jadi mesti aspek pedagogik dahulu baru teknologi
.
[24/01, 20:08] Pak Agus Sampurno: Bisa mulai dengan prinsip ATM
Amati
Tiru
Modifikasi
Cari hal yg menurut bapak menarik lalu terapkan prinsip ATM
[24/01, 20:11] Pak Agus Sampurno: Setuju
Sebaiknya jauh jauh dari tipe seperti ini
Jika ibu adalah pemimpin di sekolah cukup pastikan ia tidak memprovokasi guru lainnya dalam menghadapi perubahan
[24/01, 20:17] Pak Agus Sampurno: Maksudnya adalah rekan kerja yg cuek atau pimpinan sekolah yg cuek ya pak
Jika ini terjadi maka pastikan anda punya 'tempat bermain di luar'.
Tempat bermain maksudnya adalah:
1. Komunitas
2. Follower
3. Teman di FB
Bergabunglah dengan masyarakat kreatif.
Banyak pendidik yg masuk jebakan pertemanan, misalmya di Facebook semata hanya masuk pada grup grup yg menyuarakan kesejahteraan tanpa mau lebarkan sayap, belajar dari orang yg sdh lebih dulu berkembang.
Dengan menulis di blog maupun di media sosial, anda akan jadi orang yg 'terlihat' pintar dan kreatif.
Jika anda lakukan berulang kali, maka dua sifat diatas akan melekat pada diri anda
[24/01, 20:19] Pak Agus Sampurno: Itu justru menjadi Salah paham ya pak
Inovasi lahir karena kebiasaan baik yg diulang terus menerus
Kemudian Pak Agus memberikan pertanyaan :
Bagaimana cara anda belajar sebuah hal atau keterampilan yg baru?
[24/01, 20:38] +62 812-3945-3009: Mengamati, mencoba dan berusaha sampai sukses
[24/01, 20:40] Pak Wijaya: Berani mencoba dan fokus mempelajarinya
[24/01, 20:41] +62 813-5765-0900: Mempelajari n mencobanya
Terkait dengan era kekinian, semua hal menjadi lebih cepatr, termasuk dalam hal mempelajari kegiatan menulis di blog.
Jika anda guru SD
Anda bisa belajar dari:
1. YouTube
2. Rekan yg sdh membuat
Jika anda guru SMP dan SMA.
Anda bisa sibukkan diri dgn menulis lalu ajak atau tunjuk siswa yg mahir IT utk mempelajari dan membuatkannya utk anda. Sampai akhir nya anda bisa memposting tulisan anda sendiri.
Kemudian ada pertanyaan tambahan yang langsung dijawab oleh Pak Agus Sampurno :
[24/01, 20:51] +62 852-6416-5417: saya ngajar aqidah akhlak MTs,,kira2 apa contoh inovasi yg bsa saya terapkan di sekolah terkait dgn bidang studi yg saya ampu pakπππ
[24/01, 20:56] Pak Agus Sampurno: Ide mengenai inovasi datang dari masalah yg terjadi.
Sebuah solusi pemecahan masalah hanya bisa disebut inovatif bila:
1. Memberikan solusi
2. Berbiaya murah
3. Mudah ditiru
4. Gampang dilacak bukti perubahan nya
[24/01, 20:58] +62 852-6416-5417: πππterkait dengan masalah yg saya alami ketika siswa saya ajak diskusi,mrk tdk mampu mngeluarkan pendapat dan tdk punya keberanian
[24/01, 21:04] Pak Agus Sampurno: Gunakan kertas post it
Atau kalau tdk ada potong kertas a4 jadi 4 bagian
Minta siswa menulis jawaban pertanyaan di kertas tsb lalu ditempel di tembok dgn demikian semua nyaman dalam menjawab
Kemudian materi dilanjutkan dengan cerita tentang pengalaman beliau mengenai blog.
Ada beberapa jenis blog yang beliau ketahui :
1. Review produk
2. Memberikan tips dan trik
3. Bercerita pengalaman (personal branding)
Saat beliau memulai menulis, motivasi nya lebih pada karena beliau dilanda 'burn out' atau kelelahan menjalankan profesi sebagai pendidik.
Waktu itu Facebook masih sangat baru di dunia maya.
Karena Facebook belum terkenal maka belum ada istilah 'curhat di dunia maya'
Jadilah beliau melakukan curhat lewat platform blog yaitu wordpress.
Namunbeliau berpikir, akan sayang sayang jika beliau semata curhat namun tidak berbagi solusi.
Maka hal yang beliau lakukan waktu itu adalah
1. Mulai dengan berpikir kesulitan apa sebagai guru.
2. Mencari atau riset di internet mengenai solusi keluhan saya itu
3. Mengujicobakan di kelas
4. Menulis hasilnya di blog
Ucapan terima kasih pun tak lupa diberikan kepada Om Jay "Terima Kasih @Pak Wijaya ada banyak manfaat yang saya rasakan dalam menulis di blog"
1. Makin mencintai dunia pendidikan
2. Promosi dalam bidang pekerjaan. Waktu memulai menulis blog saya adalah guru, kemudian menjadi kepala sekolah dan saat ini menjadi konsultan, pembicara serta pemimpin program peningkatan kualitas pendidikan di beberapa provinsi di Indonesia.
3. Menjadi pembicara
Nomor 3 saya tandai secara khusus dikarenakan seorang pembicara tdk akan menjadi seorang yg handal tanpa ia menjadi penulis.
Dikarenakan saat menulis ia akan melakukan riset yg akan membuat materi yg dibawakan sbg pembicara menjadi bernas dan bermakna.
Ada hal yg tdk akan anda duga saat menjadi penulis. Keterampilan anda menjadi berbuah dengan tambahan profesi sebagai pemateri/pembicara dan fasilitator.
Anda hanya harus belajar sedikit lagi mengenai andragogy (pendidikan orang dewasa)
Berikut kesimpulan yang dibuat oleh Pak Agus Sampurno.
[24/01, 21:09] Pak Agus Sampurno: 1. Menulislah singkat singkat saja. Saya terinspirasi betul dengan Seth Godin yang tiap hari menulis diblognya dengan singkat namun padat pengetahuan dan intisari pengalaman.
2. Jika sudah terbiasa menulis maka akan merasa kurang jika belum menutup hari dengan menulis.
3. Menuliskah dimana saja dan dengan alat apa saja. Saat saya menulis tulisan ini saya gunakan fasilitas notes di smart phone saya, sambil menikmati perjalanan berangkat kerja dengan komuter di pagi hari. Jadi tidak mesti menunggu berhadapan dengan laptop atau komputer baru menulis.
Jika demikian mengapa bagi sebagian pendidik menulis di blog itu menjadi hal yang memberatkan, padahal dengan terampil dan menarik mereka menulis status di update media sosial mereka dengan tulisan menyentuh dan menggugah semangat? hal-hal berikut ini adalah bisa menjadi kemungkinan jawabannya
menulis di blog perlu waktu lama untuk bisa dikenal publik atau bahkan bisa ‘tercium’ oleh mesin pencari google. Tidak ada instant gratification seperti kita menulis di facebook yang dalam waktu sekejap bisa dapatkan ‘jempol’ atau likes
menulis di blog dianggap perlu punya latar belakang teori padahal tidak selalu. Blog lebih bernuansa ‘diary’ atau refleksi pengalaman.
menulis blog dianggap seperti menulis makalah ilmiah yang membuat pendidik merasa mesti tampil ‘sempurna’. Jika pendidik itu kemudian berhasil menulis biasanya kemudian blognya menjadi lama diisi kembali dikarenakan energinya habis dan menjadi kehilangan selera untuk mengisinya kembali. Lebih baik menulis singkat. padat dan jelas daripada sekali menulis sempurna lalu setelah itu hilang.
Bayangkan jika semua pendidik berkenan berbagi pengalamannya lewat tulisan, singkat dan bersemangat, dijamin pendidikan Indonesia menjadi maju dan berkembang dalam waktu yang cepat. Hal ini dikarenakan cerita dari ‘lapangan’ bisa dibagi dan dibaca dan dijadikan inspirasi oleh si pembaca untuk diterapkan di sekolahnya masing-masing.
[24/01, 21:10] Pak Agus Sampurno: Menulis blog berarti anda bersedia untuk keluar dari zona nyaman
Hal ini dikarenakan
1. Anda secara tidak sadar akan menekuni hal baru yang diperlukan kesabaran dan kesadaran dalam berbuat
2. Anda akan tersenyum saat ingat pertama kali anda memulai
3. Anda akan menginspirasi orang lain
Malam yang penuh manfaat dengan mengikuti kegiatan belajar menulis melalui WhatsApp. Terima kasih saya ucapkan kepada Om Jay dan Pak Agus yang sudah mau memfasilitasi dan berbagi ilmu.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar